medium banner 300x250
Hot
    Responsive Ads
    Home Headline Lingkungan Hidup

    Penyebab Kebakaran Gudang Pestisida di Tangerang Selatan

    "Kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno Tangsel mencemari Sungai Jalatreng dan merugikan miliaran rupiah akibat hubungan arus pendek listrik gedung"

    3 min read

    -
    Penyebab Kebakaran Gudang Pestisida di Tangerang Selatan

    Achmad Fauzan Penulis | M. Ridwan Habiebie Editor

    Penyebab Kebakaran Gudang Pestisida di Tangerang Selatan
    Ilustrasi

    TANGSEL, HARIANEXPRESS – Gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di kawasan industri Taman Tekno Serpong Tangerang Selatan hangus terbakar si jago merah. Peristiwa hebat ini menghanguskan bangunan beserta isinya dan memicu pencemaran zat kimia pada aliran air di sekitar lokasi kejadian, Senin (9/2/2026).

    Kobaran api mulai terlihat menyelimuti bangunan pada Senin dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Lokasi tepatnya berada di Blok K3 Nomor 37 Kelurahan Setu Kecamatan Setu Tangerang Selatan. Kebakaran ini tidak hanya melalap aset fisik perusahaan saja namun juga menyebarkan dampak buruk bagi ekosistem lingkungan hidup. Aliran air yang petugas gunakan untuk memadamkan api membawa sisa cairan kimia masuk ke drainase hingga mencemari aliran Sungai Jalatreng dan kawasan perumahan BSD.

    Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya memberikan keterangan resmi mengenai asal mula bencana tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal pihak kepolisian menyimpulkan bahwa gangguan pada sistem kelistrikan memicu percikan api pertama. Dhady menegaskan bahwa instalasi kabel yang tidak berfungsi dengan baik menjadi dalang utama di balik musibah ini.

    “Penyebab dari kebakaran tersebut dugaan sementara dari hubungan arus pendek listrik gedung tersebut,” kata Dhady.

    Seorang saksi mata bernama Rehan merupakan orang pertama yang menyadari situasi bahaya tersebut. Rehan yang saat itu sedang bertugas melihat gumpalan asap hitam pekat keluar dari celah bangunan gudang. Ia segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak keamanan dan petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan pertolongan segera. Namun karena gudang menyimpan material yang sangat mudah terbakar api merambat dengan sangat cepat ke seluruh penjuru ruangan.

    Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan langsung mengerahkan kekuatan penuh ke lokasi kejadian. Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran meluncur untuk menjinakkan api. Omay Komarudin selaku Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan menjelaskan bahwa personel mereka mendapatkan bantuan tambahan dari tim pemadam BSD. Selain unit pemadam petugas juga menyiagakan dua unit tangki penyuplai air untuk memastikan pasokan air tidak terhenti selama proses operasi berlangsung.

    “Unit kita ada 14 unit, dari BSD dua unit dan ditambah tangki penyuplai dua unit,” ujar Omay.

    Proses pemadaman menghadapi tantangan yang sangat besar karena karakteristik barang yang tersimpan di dalam gudang. Bangunan tersebut menyimpan sekitar 15 hingga 20 ton produk pestisida dalam berbagai ukuran kemasan. Zat kimia ini memerlukan perlakuan khusus karena air saja tidak cukup untuk meredam reaksi kimia dari bahan tersebut. Tim di lapangan bahkan harus mendatangkan dua truk pasir untuk menimbun material kimia guna memutus pasokan oksigen pada titik api yang membandel.

    Komandan Peleton Pemadam Kebakaran Sahroni mengungkapkan risiko ledakan kecil yang terus menghantui personel selama bertugas. Kemasan kaleng pestisida yang terpapar suhu panas ekstrem dari api dapat meletup sewaktu waktu. Hal ini memaksa petugas untuk bergerak ekstra hati hati dan tidak bisa sembarangan menyemprotkan air ke pusat tumpukan barang.

    “Kaleng pestisida kalau panas bisa menimbulkan letusan. Bukan ledakan besar, tapi tetap berbahaya, makanya pemadaman dilakukan pelan-pelan,” kata Sahroni.

    Dampak dari kebakaran ini merembet jauh ke luar area pabrik. Warga di sekitar aliran Sungai Jalatreng melaporkan kondisi air yang berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat. Zat pestisida yang larut dalam air pemadaman mengalir deras menuju sungai dan menyebabkan banyak ikan mati mengambang. Fenomena ini memicu kekhawatiran masyarakat mengenai kualitas air bersih dan kesehatan lingkungan di wilayah Serpong dan sekitarnya.

    Pihak kepolisian masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Lima orang saksi termasuk karyawan dan petugas keamanan telah menjalani pemeriksaan intensif di kantor polisi. Meskipun bangunan hancur total dan stok pestisida musnah pihak berwenang mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam tragedi ini. Semua pekerja berhasil menyelamatkan diri sebelum api mengepung seluruh akses keluar masuk gedung.

    Kerugian finansial yang dialami oleh PT Biotek Saranatama mencapai angka yang sangat fantastis. Estimasi sementara menunjukkan nilai kerugian materiil menyentuh angka Rp 2 miliar. Nilai ini mencakup kerusakan struktur bangunan mesin operasional serta stok produk siap edar yang kini hanya menyisakan abu.

    Manajemen perusahaan kini harus berhadapan dengan konsekuensi hukum terkait dampak pencemaran lingkungan yang muncul. Aliran limbah kimia yang tidak terkendali menjadi fokus utama evaluasi dari dinas lingkungan hidup setempat. Petugas damkar masih bersiaga di lokasi untuk melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi di bawah reruntuhan material kimia.

    Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku industri di kawasan Tangerang Selatan untuk selalu memerhatikan kelayakan instalasi listrik. Pencegahan dini terhadap risiko korsleting listrik merupakan langkah krusial guna menghindari kerugian besar dan kerusakan alam. Aparat kepolisian terus mengumpulkan bukti tambahan dan memperdalam keterangan para saksi untuk menyusun laporan lengkap mengenai kronologi kejadian yang menghebohkan warga Tangsel tersebut.

    Pemerintah kota mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas di sepanjang aliran Sungai Jalatreng hingga hasil uji laboratorium terhadap kualitas air keluar. Tim ahli lingkungan hidup telah mengambil sampel air dan bangkai ikan untuk meneliti tingkat toksisitas zat kimia yang mencemari aliran sungai tersebut. Proses pembersihan sisa sisa limbah kimia di area drainase sekitar Taman Tekno juga menjadi prioritas agar dampak kerusakan ekosistem tidak semakin meluas ke wilayah lainnya.

    Komentar
    medium banner 300x250
    Additional JS