Gudang Penyimpanan Pestisida di BSD Terbakar, Cairan Kimia Tumpah hingga Sungai Cisadane
Findy Alfiansyah Penulis | M Ridwan Habibie Editor
TANGSEL, HARIANEXPRESS – Kebakaran melanda gudang penyimpanan pestisida cair di kawasan BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten. Insiden ini memicu tumpahan bahan kimia yang diduga mengalir melalui saluran drainase hingga mencapai Sungai Cisadane, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga soal potensi pencemaran, Rabu (4/2/2026) .
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan menyatakan, laporan kebakaran pertama diterima sekitar pukul 23.30 WIB. Sedikitnya lima unit mobil pemadam dikerahkan untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di kawasan pergudangan tersebut.
“Objek yang terbakar merupakan gudang penyimpanan pestisida cair. Proses pemadaman relatif terkendali, namun kami menghadapi tantangan karena material yang terbakar bersifat kimia dan mudah menyebar,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan awal, api diduga dipicu percikan listrik di salah satu sudut gudang. Namun, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki aparat kepolisian bersama tim forensik.
Selain merusak bangunan, kebakaran juga menyebabkan sejumlah drum berisi pestisida cair bocor dan tumpah. Cairan tersebut diduga terbawa aliran air pemadaman dan masuk ke sistem drainase yang bermuara ke anak Sungai Cisadane, yang lokasinya tidak jauh dari gudang.
Pantauan di lapangan menunjukkan adanya perubahan warna air pada beberapa titik aliran serta bau menyengat yang tercium hingga radius ratusan meter. Sejumlah warga mengaku cemas karena sebagian masih memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan tertentu.
“Saat api sudah padam, kami lihat air di selokan berubah warna dan berbau tajam. Kami takut dampaknya ke kesehatan,” kata seorang warga yang tinggal sekitar 300 meter dari lokasi.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung–Cisadane bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat telah mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium. Pengujian difokuskan pada kandungan residu pestisida, tingkat keasaman (pH), serta potensi racun terhadap biota perairan.
“Kami sedang melakukan pengambilan sampel dan akan mengumumkan hasil uji laboratorium dalam waktu dekat. Jika terbukti terjadi pencemaran, akan ada langkah penanganan lanjutan dan penegakan hukum sesuai regulasi yang berlaku,” kata perwakilan DLH.
Seorang pakar lingkungan dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta menilai, tumpahan pestisida cair ke badan sungai berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama bila mengandung bahan aktif yang beracun dan persisten.
“Pestisida tertentu bisa bersifat toksik bagi ikan, plankton, dan organisme air lainnya. Selain itu, ada risiko bioakumulasi dalam rantai makanan jika tidak segera ditangani,” ujarnya. Ia mendorong langkah mitigasi cepat, antara lain pemasangan penghalang di aliran sungai, upaya penanganan zat kimia sesuai karakteristiknya, serta pemantauan kualitas air secara berkala.
Pemerintah daerah menyatakan akan mengevaluasi izin operasional serta standar keselamatan gudang penyimpanan bahan kimia tersebut. Evaluasi mencakup sistem proteksi kebakaran, tata kelola limbah, dan jarak aman fasilitas penyimpanan dari badan air.
“Kami akan memastikan apakah pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) di lokasi sudah sesuai ketentuan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu ada sanksi administratif maupun pidana,” kata pejabat pemerintah setempat.
Sementara itu, kepolisian memasang garis polisi di area gudang dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengelola serta pekerja. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, otoritas kesehatan mengimbau warga menghindari kontak langsung dengan air sungai untuk sementara waktu dan segera melapor jika mengalami gejala seperti iritasi kulit, sesak napas, atau pusing yang diduga terkait paparan bau kimia.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap penyimpanan bahan kimia berbahaya di kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan daerah aliran sungai, guna menekan risiko kejadian serupa.
Harap berkomentar yang sopan dan sesuai topik, komentar berisi spam akan dimoderasi. Terima kasih
Permintaan ralat dan koreksi berita di sini.