Aksi Lurah Cipayung Ngabuburit Sambil Sosialisasi Ketertiban
"Lurah Cipayung turun langsung sosialisasikan penertiban pedagang dan parkir liar di bawah Flyover Ciputat guna jaga kebersihan dan kenyamanan publik."
Findy Alfiansyah Penulis | Ipnu Subroto Editor
TANGSEL, HARIANEXPRESS - Lurah Cipayung Darwin Sopian memimpin aksi sosialisasi kepada para pedagang kaki lima dan pengelola parkir liar yang memenuhi area kolong Flyover Ciputat, Jumat (22/3/2024).
Kegiatan ini bertujuan mengembalikan fungsi ruang publik dan menjaga estetika kawasan pusat kota tersebut. Langkah persuasif ini berlangsung saat momentum menjelang berbuka puasa atau ngabuburit.
Darwin Sopian berjalan menyisir setiap sudut bawah jembatan layang untuk menemui para pedagang satu per satu. Ia memberikan imbauan agar mereka tidak berjualan di area yang melanggar aturan karena mengganggu arus lalu lintas serta pejalan kaki. Pihak kelurahan ingin memastikan bahwa aktivitas ekonomi warga tetap berjalan namun tidak mengabaikan ketertiban umum.
Selain menyasar pedagang, Darwin juga menegur pengelola parkir liar yang menggunakan bahu jalan dan trotoar. Keberadaan parkir tidak resmi ini sering menjadi biang kerok kemacetan panjang di sekitar pasar Ciputat. Lurah meminta mereka segera mencari lokasi parkir yang resmi agar tidak merugikan pengguna jalan lainnya.
"Kita memberikan himbauan kepada para pedagang dan juga tukang parkir yang berada di bawah Flyover Ciputat ini supaya tetap menjaga kebersihan dan juga kerapihan,"ujar Darwin.
Ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Para pedagang yang menghasilkan sampah setiap hari wajib mengelola limbah mereka dengan benar. Darwin tidak ingin tumpukan sampah sisa dagangan merusak pemandangan dan menimbulkan bau tidak sedap di jantung kecamatan Ciputat.
Kegiatan sosialisasi ini melibatkan sejumlah aparatur kelurahan dan tokoh masyarakat setempat. Mereka membagikan pamflet serta memberikan penjelasan lisan mengenai zona hijau yang harus bebas dari aktivitas komersial. Darwin memilih cara komunikasi dua arah agar para pedagang merasa dihargai dan tidak merasa terintimidasi oleh petugas.
"Tentunya kita ingin wilayah Cipayung ini khususnya di bawah Flyover Ciputat terlihat lebih rapi dan bersih dari pedagang maupun parkir liar," lanjutnya.
Respon para pedagang cukup beragam saat menerima kunjungan mendadak dari orang nomor satu di Kelurahan Cipayung tersebut.
Sebagian besar pedagang mengaku paham dengan aturan yang ada namun mereka beralasan mencari lokasi strategis untuk meraup keuntungan selama bulan Ramadan. Darwin menanggapi keluhan tersebut dengan memberikan solusi agar pedagang masuk ke dalam area pasar yang sudah tersedia.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan sendiri sedang gencar melakukan penataan kawasan Ciputat agar lebih modern dan tertata. Penertiban di kolong flyover menjadi salah satu prioritas karena area tersebut merupakan wajah utama saat memasuki wilayah Ciputat. Jika area bawah jembatan ini semrawut maka citra kota akan terlihat buruk di mata pendatang.
Darwin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas saat bulan puasa saja. Pihak kelurahan akan melakukan pengawasan secara rutin dan berkala. Ia berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan tindakan tegas jika imbauan hari ini tidak diindahkan oleh para pelanggar.
"Kegiatan ini akan terus kita lakukan secara rutin agar masyarakat sadar akan pentingnya menjaga ketertiban umum,"tegas Darwin.
Masyarakat sekitar menyambut baik langkah Lurah Cipayung ini. Banyak warga yang mengeluhkan kesemrawutan di bawah flyover yang membuat akses jalan menjadi sempit dan kotor.
Dukungan warga menjadi energi tambahan bagi pihak kelurahan untuk terus konsisten menegakkan peraturan daerah.
Kondisi arus lalu lintas di bawah Flyover Ciputat memang sering mengalami penyumbatan akibat aktivitas bongkar muat pedagang dan parkir motor yang serampangan.
Dengan adanya sosialisasi langsung ini diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi bagi seluruh warga Tangerang Selatan.
Darwin berharap para pedagang mematuhi batas waktu berjualan dan area yang telah ditentukan oleh pemerintah. Ia percaya bahwa dengan dialog yang baik maka penataan kota bisa berjalan tanpa ada konflik horizontal.
Penertiban ini menjadi bagian dari upaya besar menciptakan kenyamanan bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dan mempersiapkan kebutuhan Idul Fitri.
Harap berkomentar yang sopan dan sesuai topik, komentar berisi spam akan dimoderasi. Terima kasih
Permintaan ralat dan koreksi berita di sini.